Ivan Perisic tengah tidak dalam periode terbaiknya, tidak seperti musim lalu di saat dirinya mampu tampil baik dan membawa Inter ke Liga Champions. Berbicara kepada Four Four Two, Ivan membahas tentang petualangan musim lalu bersama Inter dan juga soal masa depannya:

Olimpico –
“Inter tidak lolos ke Liga Champions selama 6-7 tahun terakhir dan itu durasi yang cukup lama bagi tim sebesar mereka. Beruntung kami berhasil membawa kembali Liga Champions tersebut ke San Siro. Saya sangat gembira menjadi bagian dari sejarah ini. 

Secara keseluruhan, kualitas sepakbola Italia semakin meningkat dibandingkan beberapa tahun terakhir. Ada banyak tim kuat di sini. Mungkin saya bisa katakan kami belum memiliki skuat yang mampu bersaing untuk memperebutkan Scudetto, namun kami ingin bersaing di empat besar dan kembali memastikan diri ke Liga Champions.

Laga terakhir musim lalu kontra Lazio sangat membuat stres! Karena kami hanya memiliki 90 menit untuk menentukan perjuangan kami selama satu musim. Dan beruntung kami berhasil memenangkan laga. Ada luapan perasaan yang luar biasa saat berselebrasi di Olimpico.”

Liga Champions –
“Senang kembali mencicipi Liga Champions setelah beberapa musim. Saya menandai debut pertama kali bersama Dortmund, namun kala itu saya bukan menjadi pilihan utama. Sekarang bermain secara reguler di kompetisi ini adalah hal yang saya inginkan sejak lama. Kami memulai petualangan di babak grup dengan sangat baik. Kami memetik enam poin penuh di dua laga awal kontra Tottenham dan PSV. Sekarang kami perlu menyelesaikan tugas ini dan lolos ke babak berikutnya dan melihat apakah kami sudah bisa kembali bersaing dengan tim-tim terbaik Eropa lainnya.”

Pemain Kroasia –
“Tentu menjadi hal yang menggembirakan bagi saya pribadi berbagi ruang ganti dengan rekan senegara. Sangat memudahkan kala bertemu dengan rekan satu tim yang memiliki bahasa yang sama dengan Anda. Vrsaljko dan Brozovic adalah teman baik di dalam dan luar lapangan. Hal ini sangat membantu kehidupan kami di Milano. Inter berhasil mendapatkan top seperti Vrsaljko dan saya yakin Sime akan membantu kami meraih hasil bagus musim ini.”

Spalletti –
“Saat Spalletti datang, saya justru sangat dekat meninggalkan klub. Namun ia menunjukkan kegigihan yang luar biasa untuk menahan saya di Inter dan membuat saya menyadari dirinya tak menginginkan kehilangan saya. Hal ini membuat saya memutuskan bertahan di Inter. Ia menjadi pembeda di tim ini. Ia membawa hasil positif di lapangan dari kinerjanya dan membawa Inter kembali ke persepakbolaan elit Eropa.”

United –
“Soal tawaran United saya bisa mengkonfirmasi kebenarannya. Sudah ada tawaran di atas meja yang mereka tawarkan dan saya sangat dekat meninggalkan Inter. Namun saya memutuskan bertahan dan seperti yang saya sampaikan, itu karena Spalletti yang berperan sangat penting dalam keputusan ini. Saya tidak pernah menyesali keputusan bertahan di Inter, bahkan sedetik sekalipun.”

2018 –
“2018 belum berakhir, namun jelas ini adalah tahun yang patut dikenang. Sukses sebagai runner up di Rusia jelas menjadi pencapaian terbaik dalam karir saya, namun 12 bulan ini juga dihiasi oleh banyak momen kesuksesan lainnya, termasuk soal yang saya bicarakan tadi yakni memawa Inter kembali ke Liga Champions. Ini tahun terbaik dalam karir saya.”

Terkejut dengan pencapaian Kroasia ke final Piala Dunia?
“Kami tahu kami memiliki tim yang bagus, namun saya tidak menduga kami bisa melangkah hingga partai final. Namun entah kenapa, segalanya seakan berada di tempatnya pada Piala Dunia kemarin. Hal-hal yang hilang selama beberapa waktu terakhir justru kami miliki di sana. Kepercayaan diri kami semakin meningkat dari laga ke laga. Tanpa hal ini, hasil-hasil yang kami torehkan di Rusia mustahil diraih.”

Catatan ini melewati catatan terbaik Kroasia sebelumnya di tahun 1998 saat langkah Davor Suker terhenti di semi final. Anda kala itu masih berusia 9 tahun. Apa yang kau kenang?
“Segalanya. Saya menyaksikan semua laga di rumah dan mengenakan jersey Kroasia, seperti anak-anak lain. Selalu menjadi impian bisa mengenakan seragam ini dengan membela negara saya. Jadi ada perasaan luar biasa saat berhasil melewati pencapaian generasi emas 1998 Kroasia.”

Anda menjadi pemain Kroasia pertama yang mencetak gol di final Piala Dunia….
“Selalu menyenangkan bisa mencetak gol, namun tidak ada yang sepenting jika gol tersebut bermakna kemenangan. Saya lebih memilih untuk tidak mencetak gol, namun kami memenangkan laga itu. Namun itu sudah terjadi dan itu adalah gol yang bagus. Kegembiraan luar biasa usai mencetak gol tersebut.”

Apa makna menjadi pahlawan Kroasia?
“Jika bermain untuk tim nasional sudah membuat saya bangga, kesuksesan ini menjadi hal yang tak tertandingi kegembiraannya. Saya berharap hal ini bisa mendorong anak-anak untuk lebih banyak lagi bermain sepakbola. Tinggalkan smartphone dan komputer kalian dan bermain di lapangan. Saya harap ini bisa menginspirasi generasi emas berikutnya dan mungkin bisa melewati rekor kami seperti saat saya terinspirasi dengan skuat 1998.”

Source: Four Four Two

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here