Inter masih harus disibukkan mencari dana segar 40-45 juta Euro sebelum 30 Juni mendatang. Salah satu langkah yang diambil oleh Inter adalah dengan melepas produk akademi klub yang tentu disayangkan banyak orang melihat torehan prestasi yang mereka raih di level Primavera.

Lalu apa alasan klub memilih melepas pemain muda dan bukan melepas pemain yang tidak terpakai di tim utama atau yang penampilannya tidak menggembirakan seperti Antonio Candreva misalnya? Jawabannya sederhana. Menjual produk akademi klub = dana penjualannya 100% masuk ke anggaran klub.

Kita mencoba mengambil satu contoh kasus:

Misalnya Inter mendatangkan seorang pemain dengan banderol 50 juta di bursa transfer musim panas 2017/18 dan diikat kontrak selama 5 tahun. Artinya sang pemain akan memiliki nilai penyusutan sebesar 10 juta setiap musimnya (50 juta : 5 juta).

Di musim pertamanya dengan nilai penyusutan sebesar 10 juta tersebut, pada 30 Juni 2018, sang pemain memiliki nilai di laporan keuangan Inter senilai 40 juta. Akan terus menurun menajadi 30 juta di tahun kedua, 20 juta di tahun ketiga, 10 juta di tahun ke empat dan 0 di tahun ke lima.

Jadi misalnya Inter ingin melepas pemain tersebut sebelum kontraknya berakhir dan ingin mendapatkan keuntungan modal saat menjualnya misalnya di tahun ketiga kontrak sang pemain, maka Inter harus menjual pemain tersebut di atas 20 juta.

Misalnya Inter menjual pemain tersebut sebesar 35 juta Euro di tahun ketiga kontraknya, maka akan menjamin keuntungan sebesar 15 juta Euro dalam budget klub. Sementara akan menelan kerugian jika Inter menjual sang pemain di bawah 20 juta.

Lalu bagaimana jika pemain tersebut memperpanjang kontraknya dan kemudian Inter melepasnya usai memperpanjang kontraknya tersebut? Tidak jauh berbeda.

Kita kembali ambil contoh jika Inter memperpanjang kontrak sang pemain di musim ketiganya bersama klub di saat nilainya di laporan keuangan klub sebesar 20 juta. Jika Inter memberinya kontrak baru misal selama 4 tahun, maka pemain tersebut memiliki penyusutan tahunan sebesar 5 juta Euro (20 juta : 4 ahun = 5 juta).

Yang artinya nilainya di laporan keuangan klub di tahun pertama kontrak barunya menurun menjadi 15 juta, terus menurun di tahun kedua menjadi 10 juta, 5 juta di tahun ketiga dan 0 di thaun terakhir.

Hal inilah yang menjadi penyebab kenapa Inter tidak mengantongi penuh penjualan Kondogbia ke Valencia kemarin sebesar 25 juta Euro, namun hanya mempengaruhi beberapa euro saja pada keuangan klub.

Dan karena hal ini pulalah kenapa Inter lebih memprioritaskan melepas pemain akademi mereka yang sebagian besar didatangkan tanpa perlu mengeluarkan dana sepeserpun sehingga nilai penjualannya 100% masuk ke budget klub.

1 COMMENT

  1. eemm…gitu pantas konDOGbia bisa ke jual cuma murah.
    bearti akan sama kasus sama Gabigol donk..hade… bikin rugi aja.

    tapi bagaimana kalau kasus nya si Coutinho.. kan di kembang kan dari akademi inter, trus di masukkan ke tim utama baru jual ke liverpool, perhitungan nya gimn, dan kan dy uda di kasi kontrak saat di masuk kan tim utama baru jual ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here