Rafinha terlahir kembali di Inter. Ia kembali bisa menikmati sepakbola, sebuah hal yang sudah lama tak ia rasakan karena tidak mendapatkan kontinuitas bermain di Barcelona dan juga karena harus dibekap oleh cedera.

Berbicara kepada GloboEsporte, berikut apa yang disampaikan oleh gelandang asal Brazil ini:

“Saya tahu masa depan saya tidak bergantung kepada saya, namun keinginan saya sudah sangat jelas yakni bertahan. Benar jika Barcelona adalah rumah saya, mereka adalah tim terbaik di dunia, namun di sini saya menemukan lingkungan yang indah dan teman-teman yang luar biasa. Saya sangat bahagia di Milano.

Saya baru bergabung beberapa bulan lalu, namun saya merasa sudah seperti pemain yang berkiprah lama dengan seragam Inter. Saya dengan cepat bisa beradaptasi dan masuk ke dalam tim ini. Saya tidak menemui kesulitan dan saya tidak menduga itu. Untuk hal ini saya berterima kasih kepada semua pihak, terutama kepada Mauro Icardi yang sudah saya kenal sejak usia 16 ahun. Ia menjelaskan kepada saya apa makna bermain untuk Inter dan membantu saya berkenalan dengan rekan-rekan di tim.

Berkat Inter, saya bisa menemukan kembali nikmatnya bermain. Saya kembali merasa sebagai pesepakbola. Usai mengalasmi cedera parah, penting bagi saya untuk bisa mendapatkan menit bermain sebanyak mungkin. Ketika kesempatan itu datang dari Inter, saya tidak ragu memilih.

Saya tahu kesempatan untuk bermain di Barcelona itu sangat sulit. Saya bisa saja mendapatkan beberapa menit bermain, namun sekali lagi saya menekankan saya ingin mendapatkan kembali kepercayaan diri yang pernah saya miliki sebelumnya. Saya pergi ke Inter untuk kembali ke level permainan seperti sebelum cedera.

Pihak klub juga menaruh kepercayaan yang besar kepada saya sejak hari pertama dan saya tahu saya mengambil keputusan yang tepat. Saya tahu saya akan baik-baik saja kala memilih bergabung dengan Inter. Saya sangat berharap bisa bertahan.

Dengan siapa saya paling dekat di tim? Ada Mauro Icardi yang sudah terlebih dahulu saya kenal, namun menjadi hal yang normal saya sering berkumpul dengna pemain sesama Brazil yakni Dalbert dan Miranda, ditambah Cancelo dari Portugal. Kami selalu bersama.

Memutuskan meninggalkan Barcelona keputusan sulit? Saya dibesarkan di Barcelona, namun meninggalkan mereka bukan kali pertama saya lakukan. Di usia 19 tahun saya dipinjamkan ke Celta Vigo. Barcelona adalah tim terbaik di dunia, namun di sisi lain saya memiliki keinginan untuk merasakan tantangan baru dalam karir saya dan beruntung semua berjalan baik.

Masih berharap mengukir kisah bersama Barcelona? Kita perlu tahu terlebih dahulu apa yang menjadi keinginan mereka terhadap saya. Apa yang mereka harapkan dari saya. Piala Dunia? Sangat sulit, namun itu adalah mimpi yang coba saya raih.”

Source: GloboEsporte

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here