Kedatangan Suning di Inter sejauh ini mampu membawa angin positif terkait situasi keuangan Inter. Sky Sport bersama Andrea Sartori dari KPMG mencoba menjelaskannya dalam beberapa slide berikut:

Pendapatan

Ada yang namanya kaitan antara pendapatan total dengan penampilan tim di lapangan. Inter pasca Treble sejauh ini gagal meraih hasil yang memuaskan di lapangan yang berbuntut pada penurunan pendapatan.

Di tahun pertama bersama Suning, pendapatan tim naik sebesar 44% atau sekitar 80 juta Euro dibandingkan musim 2015/16. Ini sekaligus menjadi kali pertama Inter pasca Treble meraup pendapatan melebihi pencapaian di musim 2010/11 dengan 211 juta Euro. Lonjakan ini banyak dipengaruhi dari sektor komersial. Suning juga berkontribusi dalam membantu pergerakan Inter di bursa transfer selama dua tahun terakhir melalui pinjaman pemegang saham.


Pendapatan Komersial

Di tahun pertama sudah ada kontribusi sebesar 35 juta Euro dari Suning, namun tak hanya itu saja. Mereka juga berkontribusi melalui kerja sama penamaan Appiano Gentile dan memajang logo Suning di seragam latihan klub. Beberapa kerja sama sponsor di China-pun juga mampu mendongkrak pendapatan komersial Inter. Patut diingat, lonjakan ini terjadi di saat Inter tak berlaga di kompetisi terbaik Eropa, Liga Champions.


Stadion

Inter musim lalu menjadi tim dengan rataan penonton kandang tertinggi dengan rata-rata 47.000 penonton per laga, namun memiliki persentase okupansi stadion di bawah 60%, namun semua juga banyak bergantung kepada performa serta besarnya stadion itu sendiri.

Semakin besar stadion yang dimiliki, maka harga per kursi pun mau tak mau harus ditekan juga. Inter musim lalu rata-rata mengantongi keuntungan 16 euro per kursi penonton, jauh dibawah Juventus yang bisa mengantongi 50 Euro per kursi, United yang bisa 55 Euro per kuris atau Chelsea yang bahkan bisa meraup keuntungan 80 Euro per kursi.


Beban Gaji

Inter selalu berhasil menekan pengeluaran gaji mereka di bawah 70% dari pendapatan klub sesuai parameter yang ditetapkan oleh UEFA. Tabel di atas adalah gaji kotor Inter dari musim 2011/12. Ada kenaikan di musim 2016/17, namun perlu diingat jika di musim tersebut Inter harus menggaji empat pelatih.


Sosial Media

Sama dengan AS Roma, Inter memiliki total 12 juta followers di semua akun sosial media, kalah jauh dibandingkan dengan Juventus dan Inter di Serie A atau kalah telak dari tim-tim besar Eropa lain yang sudah mencapai ratusan juta followers.

Namun belakangan ada dampak positif seiring berdirinya Inter Media House yang menyajikan konten-konten segar, seperti Inter Bells yang mampu meningkatkan tingkat keterlibatan fans dengan tim. Mauro Icardi menjadi pemain Inter dengan followers terbanyak yakni dengan total 4.5000.000.


FFP

Di musim 2015/16 Inter maksimal hanya boleh menderita kerugian sebesar 30 juta Euro dan di dua musim terakhir mampu menyeimbangkan keuangan mereka sesuai aturan yang disepakati. Inter sudah berada di jalan yang positif, namun tetap Inter harus bisa mendongkrak pendapatan mereka lebih dari ini mungkin dimulai dengan tampil kembali di Liga Champions dan tentu meraih hasil positif di lapangan. Hal ini akan berdampak pada kondisi finansial Inter yang akan semakin positif.

Source: Sky

1 COMMENT

  1. Patut diingat, lonjakan ini terjadi di saat Inter TAK berlaga di kompetisi terbaik Eropa, Liga Champions..

    Ingat itu Gan,

    So, thohir mundur giiiih…. Mundur…suek,,..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here