Diego Milito adalah salah satu simbol dari Inter yang hari ini merayakan ulang tahun yang ke 110. Walaupun sudah layak mendapatkan gelar legenda klub, namun sosok 38 tahun ini belum masuk dalam daftar kandidat “Hall of Fame” karena ia baru saja memutuskan pensiun dua tahun lalu.

Di hari yang spesial bagi Inter ini, Gazzetta dello Sport berkesempatan mewawancarainya dan menanyakan berbagai hal yang menarik untuk disimak. Berikut kutipan wawancara Milito dengan surat kabar ‘pink‘ ini:

Kematian Astori –
“Hal seperti ini masih membuat saya tidak bisa berkata-kata. Saya beberapa kali berkesempatan pernah berhadapan dengan Davide di lapangan. Itu kenapa di kesempatan ini saya ingin mengungkapkan jika kasih sayang saya untuk keluarga yang ditinggalkan.”

Anda adalah salah satu bagian dari keluarga Inter yang berulang tahun ke 110 hari ini…
“Saya mendoakan yang terbaik untuk mereka. Warna hitam biru ada di dalam diri saya. Bersama dengan rekan-rekan saya di tim, saya berkesempatan menorehkan tinta emas di sejarah Inter dan meraih gelar yang diimpikan banyak pesepakbola. Di Milano saya masih memiliki banyak teman dan merasa terhormat menjadi bagian dari keluarga tim ini. Saya tahu saya masih berada di hati para fans dan mereka selalu ada di hati saya.”

Mauro Icardi menggantikan posisi yang Anda tinggalkan. Apakah ia akan menjadi pemain yang mampu membawa Inter ke Liga Champions?
“Saya benar-benar berharap demikian. Mauro sudah melakukan banyak hal untuk klub ini dengan gol-gol yang ia ciptakan dan saya yakin kami akan kembali ke Liga Champions.”

Jika Inter kembali gagal, itu artinya mereka tak pernah berpartisipasi di Liga Champions dalam tujuh tahun terakhir secara beruntun..
“Saya bahkan tidak ingin memikirkan itu. Kembali ke Eropa adalah sebuah hal yang sangat penting. Saya pikir melihat situasi saat ini, kembali ke Liga Champions sama artinya dengan meraih Scudetto.”

Tim memulai musim ini dengan sangat baik, kemudian mengalami krisis. Bagaimana Anda menjelaskan hal ini? Ini seperti sebutan tim ini “Pazza Inter”…
“Saya pikir kami tidak butuh untuk terlalu banyak bertanya. Yang terpenting adalah bagaimana untuk mengeluarkan semangat tim dua kali lipat dan untuk paham jika sebuah hasil hanya akan bisa diraih dengan kerja keras dan latihan. Saya menaruh kepercayaan yang besar dengan tim ini dan juga terhadap Spalletti.”

Apakah Anda merasa tim ini kehilangan rasa untuk memiliki?
“Saya tidak berpikir demikian. Saya tahu para pemain ini tahu apa yang harus dilakukan. Di atas segalanya, mereka masih berada di papan atas usai melewati paruh musim yang sensasional.”

Siapa tim yang akan bersaing dengan Inter untuk tiket ke Liga Champions?
“Terlepas dari periode bagus yang dialami Milan dan Sampdoria, saya pikir juga ada dua klub asal Roma. Keuntungan yang kami miliki tentu tak berlaga di kompetisi Eropa. Benar jika berlaga di kompetisi Eropa memberi antusiasme luar biasa, namun di sisi lain juga sangat menguras tenaga.”

Apakah Juventus dan Napoli terlalu kuat?
“Ya dan tidak hanya secara statistik yang membuktikan itu. Mereka adalah dua tim yang berbeda dan sangat-sangat kuat. Saya pikir pertemuan kedua tim ini di April mendatang akan menentukan siapa yang memenangkan Scudetto.”

Juve menang di London di leg kedua atas Tottenham di Liga Champions, sama seperti yang dilakukan Inter saat mengalahkan Chelsea 2010 lalu. Sebagai Interista, apakah Anda berharap mereka bisa menyamai torehan Treble?
“Saya mendukung Inter dan Genoa, namun saya juga tak ingin hal buruk menimpa tim lain. Kalaupun pada akhirnya ada yang menyamai torehan manis tersebut, paling tidak kami yang menjadi pertama meraihnya.”

Higuain tak butuh banyak sentuhan untuk mencetak gol dan juga memberi assist untuk menjadikannya sebagai penentu sebuah laga…
“Gonzalo adalah pemain berkelas. Saya pernah bermain bersamanya (di tim nasional Argentina) dan saya tahu ia selalu bisa menjadi pembeda.”

Pemain Argentina lainnya yang tak berhenti mencetak gol adalah Lautaro Martinez, penyerang 20 tahun milik Racing yang siap bergabung dengan Inter…
“Ia fantastis. Ia masih sangat muda dan memiliki mental pemenang serta profesnional. Ia memiliki fisik yang luar biasa dan sangat kuat dalam duel udara. Ia tahu bagaimana mempertahankan bola dan secara teknik sangat komplet. Ini akan menjadi masalah bagi Sampaoli untuk memilih karena ia memiliki banyak penyerang kelas dunia.”

Tapi tidak akan ada Italia di Rusia 2018…
“Saya masih sulit untuk mempercayainya. Italia memiliki segala yang dibutuhkan untuk lolos ke Piala Dunia. Tanpa Gli Azzurri, Piala Dunia tak sama lagi.”

Siapa yang akan menang?
“Hati saya berkata Argentina, namun juga ada Brazil, Jerman, Spanyol dan Perancis yang juga adalah tim kuat.”

Kembali membahas situasi Inter. Seberapa penting Rafinha dibutuhkan Inter?
“Semua kontribusi pemain sangat dibutuhkan. Rafinha memiliki teknik yang sangat bagus. Ia akan memberi bantuan untuk tim ini.”

Penundaan laga derby menurut Anda adalah sebuah hal positif bagi Inter, mengingat Milan tengah dalam performa menanjak? Lalu bagaimana dengan Napoli?
“Mustahil untuk diketahui. Kenapa? Karena laga derby tidak seperti laga-laga lain. Napoli? Saya menduga ini akan menjadi laga yang hebat di mana tim manapun bisa memetik kemenangan. Napoli sudah tentu ingin segera bangkit usai ditaklukkan AS Roma.”

 

Prediksi?
“Jelas jika saya mendukung Inter untuk bisa kembali ke level tertinggi, walaupun di hati terkecil saya juga ada perasaan menyayangkan jika harus menyingkirkan Napoli dari perebutan Scudetto. Melihat bagaimana mereka bermain, mereka layak untuk meraih Scudetto.”

Anda juga hanya mampu menyarangkan dua gol saja saat menghadapi Napoli yang mana satu gol lahir di musim 2009/10….
“Itu benar, soalnya saya lebih baik kala menghadapi Milan.”

Source: FedeNerazzurra

2 COMMENTS

  1. Gua ga mau tau hasil akhir lawan Napoli berapa.
    Yang penting Amit Amit dah juve mau treble mah… Huff huuff…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here