La Gazzetta dello Sport mewawancarai kapten Inter, Mauro Icardi dan membahas berbagai isu seputar dirinya dan juga Inter. Tentu pertanyaan yang ditanyakan tak lepas dari keterarikan Real Madrid yang santer diberitakan oleh media Spanyol, bhakan yang terbaru disebut jika Icardi akan menjalani tes medis bersama Los Blancos akhir bulan ini:

“Itu omong kosong. Soal bursa transfer, semua diurusi oleh Wanda, sementara saya baik-baik saja di Milano.”

Jelang hadapi Juventus…
“Kami siap! Kami akan menghadapi Juventus dengan penuh kecerdasan. Scudetto? Scudetto kami adalah kembali ke Liga Champions dan ini adalah target kami sejak awal musim.”

Bagaimana jika Real Madrid, Bayern dan PSG mengajukan tawaran yang sesuai dengan klausul pelepasan dalam kontrak Anda?
“Saya sudah berkali-kali katakan jika ini bukanlah waktu yang tepat untuk menyampaikan sebuah hal yang tak ada kaitannya dengan Inter. Selain itu, saya bukanlah orang yang tepat untuk mengurusi hal ini.”

Namun klausul ini adalah sebuah hal yang nyata yang akan bekerja ketika Anda mengiyakan tawaran yang datang…
“Namun belum ada tawaran yang datang (tertawa). Mari kita jujur saja. Saya baik-baik saja di Milano dan semua orang tahu itu. Saya mencintai kota ini dan bahagia bermain di sini di mana saya mencetak banyak gol dan menjadi kapten di sebuah tim hebat. Hal ini penting bagi saya.

Terkait pertanyaan seputar bursa transfer, silahkan orang lain khawatir dengan hal ini, namun saya hanya tertarik dengan hal-hal di lapangan. Saya hanya perlu memikirkan apa yang menjadi tugas saya yakni mencetak gol dan membantu tim. Ada Wanda yang mengurusi hal-hal seperti ini dengan pihak klub.”

Juga ada pembicaraan mengenai perpanjangan kontrak karena Inter menilai klausul dalam kontrak Anda terlalu rendah. Namun benarkah Anda benar-benar ingin bertahan di Milano?
“Inter yang memasukkan klausul pelepasan dalam kontrak saya dan saya sendiri tidak tahu apakah nilainya terlalu kecil atau terlalu tinggi. Namun sekali lagi saya katakan jika fokus saya hanya untuk membantu tim ini di lapangan. Kedepannya jika ada tawaran yang datang atau tidak, semua harus dibicarakan dengan Inter, kepada Piero Ausilio dan Presiden.

Intinya saya baik-baik saja di Milano!”

Ausilio mengatakan jika Anda dan pihak klub akan melakukan banyak perpanjangan kontrak…
“Faktanya memang demikian. Akan ada perpanjangan-perpanjangan kontrak berikutnya kedepannya (tertawa). Piero suka bernegosiasi dengan Wanda. Ini seperti sayang dan benci di dalam sebuah hubungan di antara mereka.”

Inter selalu ada di hati Anda, walaupun bisa dikatakan sejauh ini jauh dari kata sukses. Dari mana cinta itu muncul?
“Semua salah Adriano dan Martins. Ketika kecil saat bermain PlayStation, saya selalu bermain menggunakan Inter. Adriano memiliki tembakan luar biasa, dan Martins sangat cepat. Selain itu, banyaknya pemain Argentina di dalam sejarah Inter secara tak langsung juga mempengaruhi saya. Mungkin saya bisa dikatkaan bukan seorang fans kala itu, namun sekarang hitam dan biru adalah warna di dalam kepala saya.

Selain itu ada kisah lain yang membuat saya begitu terikat dengan Inter. Pernah suatu hari kala masih tinggal di Canary Island, seorang teman di keluarga saya baru kembali dari liburan di Milano dan melakukan tur di San Siro. Ia kembali dengan membawa dua topi, satu Inter dan satu Milan. Saya memilih topi Inter tanpa ragu. Mungkin itu momen di mana saya menjadi seorang fans. Sungguh perasaan yang sangat emosional kala mengetahui Moratti secara terang-terangan menginginkan saya bagaimanapun caranya ada di Inter.”

Apa yang berubah antara musim ini dengan musim lalu, mengingat Inter tak mengalami banyak perubahan…
“Suasana lingkungan berubah, bersama dengan tim itu sendiri dari berbagai aspek. Dan semua banyak dipengaruhi oleh Spalletti.”

Jelaskan kepada kami sosok Spalletti…
“Ia memiliki kepribadian yang kuat. Ia tahu bagaimana menerapkan apa yang ia inginkan dan percaya itu benar kepada kami. Ia sangat berperan vital di ruang ganti. Ia tahu apa yang kami pikirkan di kepala kami. Singkatnya, ia mengubah banyak hal dalam waktu singkat.

Di lapangan, hampir semua pelatih bekerja dengan baik. Spalletti adalah salah satu yang terbaik, namun perbedaannya terutama terletak pada pengaruhnya di luar lapangan. Ia mampu menciptakan suasana yang berbeda di sekitar para pemain.

Tentu berbeda dengan musim lalu kala kami datang ke pemusatan latihan dipimpin oleh Mancini. Beberapa hari berselang, De Boer datang menggantikannya, kemudian Pioli juga bergabung setelahnya.

Sementara saat ini semua lebih terjamin. Hal ini memberikan ketenangan bagi para pemain dan membuat kami bisa bekerja sebaik mungkin. Suasana seperti ini sudah tercipta sejak musim panas lalu.”

Satu perbedaan besar di era Spalletti adalah soal mental: tim bermain lebih hidup, lebih kompak dan lebih reaktif…
“Menurut pendapat saya, ketika sesuatu di luar kamar ganti terjadi kekacauan, hal tersebut akan menimbulkan kebingungan dan ini akan mudah menyebar kemana-mana. Singkatnya, Anda akan sulit meraih sebuah hal jika ada masalah yang belum diselesaikan.”

Apa yang Anda katakan tentang laga Juventus – Inter?
“Kami harus bisa memberikan kontinuitas, sebuah hal yang mampu kami lakukan sejauh ini. Kami berada di puncak klasemen bukan karena kebetulan, namun kami harus bisa membuktikan jika kami bisa bertahan di sana dalam waktu lama. Ini adalah laga bermakna tiga poin. Di sisi lain, kami juga tahu seberapa penting laga ini.”

Inter layak raih Scudetto?
“Scudetto bagi kami adalah kembali ke Liga Champions dan ini adalah target yang harus diraih.”

Namun para fans mulai bermimpi hal lebih besar…
“Itu wajar, namun tugas kami adalah untuk tetap berpijak di bumi. Jika kami sebelum kompetisi berakhir sudah bisa memastikan satu tiket ke Liga Champions, maka saat itu barulah kita berbicara hal yang lebih besar.

Kami sempat berada di puncak saat masih dilatih oleh Mancini, namun di paruh musim kedua, kami memulainya dengan buruk dan harus finish di luar tiga besar.”

Kenapa musim ini harus berakhir dengan lebih baik?
“Kami memiliki mentalitas yang tepat. Semua pemain tetap tenang, terus berkonsentrasi dan merasa nyaman dan fans tahu bagaimana cara membantu kami.”

Musim lalu saat laga Juventus – Inter berakhir dengan kartu merah bagi Perisic dan Anda harus dihukum larangan tampil karena dianggap menendang bola ke arah Rizzoli. Bagaimana dengan suasana pada laga besok?
“Mungkin jika hal yang sama seperti tahun lalu terulang, pelatih akan memenggal kepala kami. Tensi sebuah laga terkadang membuat kami para pemain lepas kendali. Namun sekarang kami tahu cara menangani situasi semacam itu dan saya yakin bisa mengatasinya.”

Ini adalah Icardi terbaik yang kita lihat?
“Tidak, masih belum.”

Anda musim ini berubah menjadi penyerang yang komplet, tak hanya mencetak gol, namun juga ikut membantu tim dalam bertahan…
“Di Inter, berlatih bersama pelatih sepanjang pekan berperan penting. Ia selalu mengatakan kepada kami untuk bermain sebagai sebuah tim, saling membantu satu sama lain. Spalletti benar-benar tegas dalam hal ini. Dan bukan kebetulan ketika pemain yang bermain dari bangku cadangan juga masuk dengan motivasi tinggi dan juga ingin terlibat untuk membantu tim ini.”

Dalam hal rataan gol, Anda dalam kecepatan yang tepat musim ini untuk melewati rekor gol Higuain di Serie A…
“Musim lalu saya mencetak 24 gol, namun tak ada artinya. Tentu saya ingin mencetak banyak gol dan itu juga berguna bagi Inter untuk meraih target kembali ke Liga Champions.”

Icardi salah satu yang terbaik di dunia? Apa yang kurang dari Anda dibandingkan yang lain?
“Kompetisi Eropa. Untuk menjadi yang terbaik, saya perlu berada di level yang berbeda. Serie A adalah kompetisi hebat, namun bermain di Liga Champions penting untuk melangkah ke level berikutnya. Ini sangat dibutuhkan.”

Bagaimana dengan Piala Dunia? Apakah ini juga membantu?
“Tentu. Ini adalah kompetisi terbesar di planet ini. Jika saya mendapatkan panggilan, saya memiliki kesempatan yang unik.”

Anda cukup lama diabaikan oleh pelatih tim nasional sebelumnya. Pernah terpikirkan untuk menerima tawaran dari tim nasional Italia?
“Tidak sama sekali. Saya asli Argentina dan selalu mengimpikan mengenakan seragam Albiceleste. Sekarang saya berhasil menggapai itu dan ingin menang bersama negara saya.”

Ada kabar yang menyebutkan Sampaoli marah besar kehilangan Anda di laga terakhir…
“Omong kosong! Ada banyak hal yang saat ini coba dijual oleh media dan sebagian besar adalah kabar bohong.”

Maradona bukanlah sosok yang mendukung Anda…
“Dia adalah legenda di lapangan, namun saya tidak tahu bagaimana harus merespon hal ini. Saya tidak mengenalnya secara pribadi, walaupun saya mengenal putranya. Jadi saya tidak ingin berkomentar jika tak mengenal secara pribadi seseorang. Jadi jika Maradona berfokus kepada saya… lalu kenapa?!”

Anda memiliki idola?
“Idola saya selalu Batistuta dan ketika di Barcelona, saya menyukai Eto’o.”

Anda berasal dari Rosario, sama seperti Messi…
“Ya, dan kami berdua juga mendukung tim yang sama: Newell’s Old Boys.”

Berbicara tentang Barcelona, apa yang tak berjalan di sana?
“Hanya dalam hal gaya bermain yang tak mendukung karakteristik saya. Saya juga masih ingat kala Ibrahimovic juga kesulitan di sana. Itu kenapa saya dengan cepat menyadari jika karakteristik saya tidak akan cocok untuk mereka. Kemudian Sampdoria datang dengan tawaran mereka untuk bermain di liga yang cocok dengan gaya bermain saya.”

Tevez mengatakan jika Serie A seperti universitas bagi seorang penyerang…
“Itu benar. Ia mencetak gol di sini dan di manapun ia bermain.”

Source: FedeNerazzurra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here