Musim 1957-58 mungkin tak terlalu membahagiakan bagi duo Milan. Tahun tersebut Juventus bersama Sivori dan Boniperti berhasil memenangkan gelar usai bersaing sengit bersama Napoli sepanjang musim. Sementara Inter dan Milan hanya berkutat di papan tengah, namun tetap saja laga derby yang digelar pada pekan kelima musim tersebut penuh dengan atmosfer yang begitu panas.

Berbeda dengan atmosfer yang tercipta, laga justru berlangsung tak terlalu istimewa. Pertandingan berlangsung tenang hingga di awal babak kedua wasit Concetto Lo Bello memberi hadiah penalti kepada Inter usai pemain mereka Benito Lorenzi yang juga dikenal dengan julukan ‘Veleno’ atau ‘Racun’ karena beberapa ‘kenakalannya’ baik di dalam maupun di luar lapangan dilanggar.

Penalti tersebut berhasil disempurnakan menjadi gol dan Inter kemudian berinisiatif untuk bermain bertahan guna menjaga keunggulan. Namun tiga menit berselang, kontak antara pepe Schiaffino dan Giogio Bernardin di kotak penalti cukup meyakinkan Lo Bello memberi penalti kedua pada laga tersebut. Kali ini Milan mendapatkan keuntungan dari sepakan 12 pas tersebut.

Ketika rekan-rekannya mengerubungi wasit untuk meminta penjelasan atas insiden yang terjadi ‘Veleno’ justru memanfaatkan waktu tersebut utnuk memulihkan tenaganya dan potongan lemon dilemparkan ke arahnya bersama dengan sebotol air dari bangku cadangan.

Ide gila lalu muncul dibenaknya. Ketika rekan-rekannya terus melayangkan protes, Lorenzi melakukan hal gila. Ia meletakkan sebagian potongan lemon tersebut di bawah bola yang sudah diletakkan di titik putih kotak penalti Inter.

“Berjalan dengan lemon di tangan, saya melihat Cucchiaroni tengah menatap wasit dan saya secara naluriah meletakkan lemon yang saya genggam di bawah bola” – Benito Lorenzi

Protes mereda dan Cucchiaroni mengambil tanggung jawab menendang penalti tersebut. Namun ia tidak menyadari ada potongan lemon di bawah bolanya. Keriuhan dari tribun penonton mulai terdengar. Beberapa diantara mereka berteriak “Tito, awas, ada potongan lemon di bawah bolamu!”, namun Cucchiaroni terlalu fokus untuk menjalankan tugasnya sehingga tidak mendengarkan teriakan tersebut.

Ia berlari untuk menendang bola, namun lemon yang saya taruh di bawah bola memberikan dampak. Sepakannya melambung jauh di atas mistar gawang!

‘Veleno’ tetap bersikap tenang. Ia berlari untuk merayakan kegagalan penalti tersebut bersama rekan-rekannya dan juga bersama kiper Inter, Ghezzi. Saat berselebrasi, ia menendang potongan lemon yang ia taruh tersebut guna menghilangkan barang bukti.

Wasit Lo bello tak menyadari itu dan Inter keluar sebagai pemenang pada laga tersebut. Namun tak lama berselang, protes keras datang dari para pemain Milan, pelatih dan juga direktur mereka. Lorenzi segera meninggalkan lapangan menuju lorong ganti pemain usai peluit panjang dibunyikan. Bentrokan pecah dekat dengan ruang ganti tim.

“Para fans Milan, ya Tuhan! Mereka berteriak ‘potongan lemon, potongan lemon!’ dan bola yang ditendang melambung jauh. Laga berakhir dan kami menang dengan skor 1-0. Saya bergegas meninggalkan lapangan karena ada banyak fans yang siap melompat ke lapangan dan saya langsung menuju ruang ganti” – Benito Lorenzi

Lorenzi kemudian angkat bicara: ‘Saya mengakui segalanya. Saya katakan saya melakukan sebuah kesalahan kepada pendeta. Namun pendeta tersebut mengaku sebagai seorang Interista dan itu membuat saya tertawa.’

Benito Lorenzi

Benito Lorenzi bergabung bersama Inter di tahun 1947 dengan biaya transfer 12 juta lira dari Empoli. Ia mencetak 138 gol dari lebih 300 pertandingan. Ia seorang idola bagi banyak fans dan dia adalah sosok yang sulit ditebak. Ia juga mencatatkan 14 caps bersama tim nasional Italia.

Source: Inter.it

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here