Ranocchia: De Boer? Kami Lakukan Persiapan Buruk Saat Pemusatan Latihan Bersama Mancini

Ranocchia: De Boer? Kami Lakukan Persiapan Buruk Saat Pemusatan Latihan Bersama Mancini

BAGIKAN

Bek Inter yang sedang dipinjamkan ke Hull City, Andrea Ranocchia berbicara kepada Sky Sport 24 dan membahas tentang petualangannya bersama Hull City:

“Sekarang semua orang memanggil saya ‘Frog’. Awalnya mereka tidak mengerti kenapa saya dijuluki ‘Frog’, namun kemudian saya menjelaskan jika nama belakang saya bisa diartikan sebagai ‘Frog’, jadi sekarang mereka paham dan mulai memanggil saya dengan sebutan ini.

Inggris? Saya senang dengan pengalaman ini. Hari pertama? Saya untuk pertama kalinya berbicara di depan para jurnalis, mungkin bahasa Inggris saya sangat kacau. Tak hanya itu, di ruang ganti saya juga dipaksa bernyanyi di atas kursi sebagai bentuk perkenalan. Saya tidak tahu mau bernyanyi apa dan yang terlintas hanya lagu kebangsaan Italia.

Target? Tentu ingin kembali ke level tertinggi, namun untuk saat ini saya ingin merasakan pengalaman ini, bersenang-senang dan akan melakukan apapun untuk menyelamatkan Hull City. Saya sangat menikmati pengalaman ini.

Ibrahimovic? Tangguh. Dengan pengalamannya yang segudang, ia tahu harus berbuat apa. Secara fisik dan teknik, ia luar biasa. Vardy? Saya rasa ia akan cocok di Serie A. Ia pemain yang cepat.

Gabbiadini? Pemain berkualitas. Saya senang dengan apa yang ia capai sejauh ini. Kembali bermain di tim top? Tentu saya ingin kembali ke permainan saya seperti beberapa tahun yang lalu, namun saya ingin menikmati pengalaman ini saat ini. Saya pemain Inter, namun saya membuka berbagai peluang.

De Boer? Ketika sebuah tim memutuskan mengganti pelatih di bulan Agustus, itu akan menyebabkan kesulitan bagi siapapun, baik pelatih itu sendiri maupun pemain. Semua pemain terkejut, karena bahasa yang digunakan bukanlah bahasa yang biasa kami gunakan di sini. Semua tidak berjalan baik. Semua semakin buruk bagi De Boer karena saat pemusatan latihan pun (saat masih dilatih oleh Mancini – red) kami melakukan persiapan dengan sangat buruk. Sang pelatih juga tidak mengerti bagaimana konsep yang harus diterapkan.

Pioli? Ia bisa dengan cepat menerapkan ide yang ada di kepalanya ke dalam tim. Ia juga mendapatkan rasa hormat dari seluruh pemain dan ini adalah kekuatannya. Ia tidak mengacaukan segalanya dan menempatkan pemain ke posisi ideal mereka dan hasilnya terlihat.”

Source: FCInter1908.it

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY