Januari, Saatnya Inter Lakukan Diet Pada Skuatnya!

Januari, Saatnya Inter Lakukan Diet Pada Skuatnya!

BAGIKAN

Pasca pemecatan Frank de Boer, Guido Albers selaku agennya pernah mengatakan:

Menjadi hal yang tidak mudah mengubah mentalitas tim ini. Sejak awal. Sulit untuk membentuk tim yang solid ketika Anda harus melatih 29 pemain. Tidak ada klub di Eropa yang melatih 29 pemain di saat yang bersamaan, ini sangat mengganggu proses latihan. Tentu saja akan ada 5-6 pemain yang kecewa karena mereka tidak dimainkan.” (FCInter1908.it)

Sependapat dengan itu. Saat ini memang Inter memiliki 29 pemain dalam skuadnya, hal ini dianggap sebagai pemandangan kumuh melihat di tahun 2017 ini Inter hanya berkompetisi di liga domestik dan Coppa Italia saja. La Gazzetta dello Sport meyakini Stefano Pioli pun menginginkan perampingan pada skuatnya. Setidaknya hanya ada 23 pemain saja yang bersaing memperebutkan satu tempat di starting eleven.

Kegemukan skuat pun memiliki efek negatif bagi tim, hal itu sudah dialami Frank de Boer kala masih melatih Inter. Ia memiliki banyak masalah dengan para pemain, sebagai contoh :

  1. Jonathan Biabiany yang jarang ia bawa kala tiap kali Inter tampil,
  2. Kondogbia yang dirasa tidak mendengarkan apa yang ia inginkan kala Inter ditahan imbang oleh Bologna pada pekan ke-6 Serie A,
  3. Eder yang tak suka diganti saat Inter takluk atas Sampdoria, kekesalan yang ia luapkan dengan membanting pintu ruang ganti.
  4. Dan terakhir ketegangan dengan Brozovic yang ia anggap bersikap buruk sehingga dibekukan dari skuat Inter untuk beberapa pertandingan.

Mereka yang bermasalah dengan Frank de Boer sebagian besar adalah pemain yang jarang diberikan kesempatan bermain. Hal tersebut sudah menjadikan dasar alasan bahwa kegemukan skuat tidak baik bagi sebuah tim.

Bicara tentang pemain dengan penampilan sedikit, Inter memiliki beberapa pemain cukup besar namun jarang dipercayakan tampil pada pentas Serie A, seperti : Biabiany (0 app), Jovetic (5 app sebagai pengganti), Melo (5 app), Ranocchia (5 app), Palacio (7 app), dan Nagatomo (7 app). Pun begitu dengan pemain muda di tim yang jarang diberi jam terbang seperti Gabigol (3 app), Miangue (3 app), Gnokouri (4 app) dan Yao (0 app).

Catatan statistik yang dirangkum Inter.it pun membuktikan bahwa dalam 18 laga yang Inter mainkan terkuak siapa saja pemain-pemain yang menghabiskan hidupnya banyak di pinggir lapangan.

Perlu juga kita ketahui, berdasarkan artikel yang dimuat oleh serpentofmadonnina.com Inter mengeluarkan budget sebesar 120 juta euro per-musim untuk menggaji pemainnya atau menjadi peringkat kedua sebagai klub dengan budget gaji tertinggi di Serie A di belakang Juventus (145) dan diatas AS Roma (90). Hal ini dirasa boros dan bertolak belakang dengan misi manajemen Inter yang sedang mencari cara mengeruk pendapatan klub guna lepas dari derita hukuman FFP. Sebelum Brozovic memperpanjang kontraknya hingga 2021 dengan ganjaran 2.2 juta euro Desember lalu, disini adalah daftar gaji bersih yang didapatkan para pemain Inter musim 2016/2017 :

Icardi 3.6, Kondogbia 3.5, Jovetic 3.5, Perisic 3, Banega 3, Miranda 3, Gabigol 2.7 , Joao Mario 2.7, Handanovic 2.5, Melo 2.5, Ranocchia 2.4, Palacio 2.4, Candreva 2.2, Eder 1.8, Biabiany 1.6, Medel 1.6, Ansaldi 1.5, Brozovic 1.5 (2.2), Murillo 1.3, Nagatomo 1.3, Santon 1.3, D’Ambrosio 1.2, Andreolli 1.1, Carrizo 0.75, Berni 0.2, Gnoukouri 0.1, Radu 0.1, Yao 0.08, Miangue 0.08.

Jadi, untuk mengarungi sisa musim 2016/2017 ini, jeda transfer Januari adalah waktu yang tepat bagi Inter untuk melakukan DIET pada skuat-nya, diawali dengan menyingkirkan pemain-pemain yang memiliki beban gaji yang tinggi dan pemain-pemain yang dirasa tidak memiliki pengaruh besar di Inter. Pada perkembangan kabar transfer terakhir Inter, fans dan klub patut berbangga karna Melo dan Jovetic sudah resmi berseragam Palmeiras dan Sevilla.

Selebihnya untuk sisa hari di bursa transfer musim dingin ini, penulis ucapakan, “Selamat Bekerja Suning, Piero Ausilio dan Stefano Pioli, Be the Best!!”

Oleh: Rizky W. Haniqbal

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY