Vanheusden: Ramos Adalah Contoh. Saya Impikan Bermain di Tim Utama. Miangue, Perisic…

Vanheusden: Ramos Adalah Contoh. Saya Impikan Bermain di Tim Utama. Miangue, Perisic…

BAGIKAN

Pict: Clara Fioravanti / InterYouth.it

Salah satu punggawa Inter Primavera yang siap bersinar terang adalah Zinho Vanheusden, pemain kelahiran ’99 berkebangsaan Belgia. Berikut apa saja yang ia sampaikan mengenai petualangannya di Inter kepada portal Nieuwsblad:

“Inter? Saya tidak pernah ragu dengan keputusan yang saya ambil. Kala itu ibu saya yang berbicara kepada Inter. Ia berkata:

‘Liverpool, Dortmund, dan Anderlecht menginginkan Zinho, namun kenapa ia harus memilih Inter? Apakah tidak ada pemain seperti dirinya di sana?’

Kubu Inter menjawab:

‘Kami memantau seluruh bakat muda di dunia ini dan kami memilih putra Anda.'”

Hari pertama di Inter –
“Hari pertama, telepon genggam saya tak berhenti berdering, entah itu telepon atau pesan singkat. Idola? Saya mengidolai Sergio Ramos. Dia adalah bek yang memiliki gayanya sendiri.

Kenapa memilih Inter? Saya merasa bagi seorang bek akan lebih bisa berkembang jika bermain di Italia. Memang tidak ada masalah jika harus bertahan di Standard dan saya berpeluang lebih besar memperkuat tim utama, namun saya tidak tahu apakah saya sudah siap untuk itu atau tidak. Di sini di Inter, saya bisa terus mengembangkan bentuk permainan saya.”

Ragu kala memilih Inter?
“Sama sekali tidak. Ketika mengetahui Inter tertarik, saya sudah mengambil keputusan. Mereka adalah salah satu tim favorit saya. Saya masih ingat kala Milito menjadi penenti di laga final Liga Champions.”

 

Kesulitan di Italia?
“Bagaimana cara bertahan. Kami para pemain harus memberi perhatian lebih dalam aspek ini. Bagaimana mencari ruang, bagaimana berlari diagonal dan sejenisnya.”

 

Bermain untuk tim utama?
“Ya, pernah dan itu fantastis. Para pemain senior banyak memberi bantuan, terutama Perisic dan Biabiany. Mungkin karena mereka juga bisa berbahasa Prancis.”

Rindu Belgia?
“Tidak terlalu. Saya merasa mulai bisa menyatu dengan italia. Namun di awal, semua sangat berat, namun untuk meraih mimpi, saya tak pernah menyesali keputusan yang sudah saya ambil. Miangue sangat membantu saya. Musim ini ia sudah melakoni debut di tim utama dan dia menjadi contoh bagi saya.”

Source: FCInter1908.it

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY