kuartet

Tren positif Inter berlanjut, ketika berhasil membungkam Lazio, 3 gol tanpa balas. Ditambah 2 hasil sebelumnya melawan Genoa dan Sassuolo, berarti Inter sudah meraih 3 kemenangan beruntun dan mencatatkan clean sheet pada 3 pertandingan tersebut. Ada sesuatu yang mungkin terlewatkan oleh kita. Ya, Inter telah bekerja keras untuk membenahi pertahanan mereka. Pioli juga menunjukkan bahwa ia memahami masalah Inter ada di pertahanan, sehingga ia pun meminta Walter Samuel untuk membantunya dalam staf kepelatihan. Memang, tugas Samuel tidak hanya memberikan masukan dan contoh tentang sistem pertahanan. Namun, kerja keras seluruh tim untuk mendongkrak performa pertahanan Inter mulai menunjukkan hasilnya. Berikut adalah statistik peningkatan pertahanan Inter di Serie A dari awal musim hingga pertandingan terakhir melawan Lazio lalu:

1. Catatan Pertahanan
Pada 11 pertandingan awal, era FdB, Inter memiliki rataan kebobolan 1 gol/70 menit (14 gol/11 laga). Kemudian, sejak Inter ditangani Vecchi dan Pioli, rataan kebobolan Inter membaik menjadi 1 gol/90 menit (7 gol/7 laga). Bahkan, Pioli mempertajam pertahanan Inter dalam 3 pertandingan terakhir dengan catatan clean sheet, tanpa kebobolan.

2. Handanovic
Catatan apik pertahanan Inter, juga tidak lepas dari performa Handanovic yang terus membaik dari laga ke laga. Dalam 11 laga awal, Handa memperoleh nilai performa 67 dan mencatat rataan 3 saves/laga. Handa meningkatkan nilai performanya menjadi 70 dalam 7 pertandingan terakhir. Dalam 3 pertandingan terakhir, Handa meraih nilai 75 dan melakukan 4 saves/laga.

3. Miranda
Sebagai jenderal lini pertahanan, Miranda selalu dimainkan di Serie A musim ini. Pada era FdB, Miranda mendapatkan nilai 71 untuk performanya. Kemudian, pada saat pelatih berganti, Miranda meningkatkan performanya menjadi 73. Sedangkan pada 3 pertandingan terakhir, Miranda mencatatkan nilai 74.

4. Murillo
Penampilan Murillo musim ini terbilang naik turun. Beberapa kali Murillo tidak masuk tim utama. Pada era FdB, Murillo mencatatkan nilai di bawah 70, nilainya hanya 69. Kemudian, setelah era FdB, Murillo berhasil meningkatkan performa dan mendongkrak nilainya menjadi 72. Pada 3 pertandingan terakhir, nilai Murillo menyentuh angka 74.

5. D’Ambrosio
Inilah salah satu pemain bertahan Inter yang performanya meningkat tajam. Pada era FdB, Danilo hanya bermain 5 laga dan memiliki nilai 67. Setelah pergantian pelatih, nilai Ambro menjadi 75. Ia juga bermain dalam 7 laga terakhir semenjak pergantian pelatih. Jika dikerucutkan, dalam 3 laga terakhir, nilai Ambro hampir menyentuh 80.

6. Meredam Serangan
Meningkatnya catatan pertahanan Inter juga nampak pada catatan serangan lawan yang seperti tak bisa dengan mudah membuat peluang di depan gawang Inter. Pada era FdB, lawan Inter mampu membuat rata-rata 5 shots on target dan 4 off target. Pada rentang waktu itu, pertahanan Inter juga hanya mampu membuat 2 shots blocking. Kemudian, sejak pelatih berganti, lawan Inter hanya mampu membuat 4 shots on target dan 3 off target. Pertahanan Inter pun mampu memblok 3 peluang lawan.

Catatan positif ini membuat kita layak optimis dengan tim kesayangan kita. Jika selama ini, masalah Inter ada di pertahanan, kini dengan duet Pioli-Samuel di staf kepelatihan, perlahan Inter mulai membentuk tembok kokoh di lini pertahanan.

Oleh: Rifqy Syafrial | @RifqySyafrial

5 COMMENTS

  1. Banyak yang miss dari sini.

    PERTAMA, tentu saja penyedia statistik sehingga nilai-nilai di atas muncul. Hal tersebut mesti dimunculkan sebagai sumber dan referensi yang ingin ditampilkan penulis. Agak aneh bukan jika kita menyebut angka-angka statistik tanpa menyebut sumbernya. Kecuali kita punya penyedia statistik tersendiri.

    KEDUA, jangan tertipu dengan angka-angka statistik. Sebagai contoh, saves yang dibuat Handanovic dari 3 saves per laga menjadi 4 saves per laga. Itu bukan membaik tapi malah memburuk, pada praktiknya Handa justru bekerja lebih keras sampai jumlah saves yang dibuatnya meningkat. Jika pertahanan Inter sudah membaik, jumlah saves Handa mestinya turun jadi 2 saves atau bahkan 1 save per laga.

    • Bukan seperti itu pembacaan saves goalkeeper.
      Semakin baik keeper, semakin banyak pula saves-nya.
      Kalo persentase saves keeper kecil, intinya keeper itu tidak bisa melakukan saves, rawan kemasukan gol.
      Jika persentase saves besar, artinya banyak peluang yang tidak menjadi gol.

  2. keduanya benar, tp harus dilihat dari total tembakan ke gawang, total gol, dll per pertandingan. Argumen keduanya bsa menggambarkan kalau ditunjang data penulis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here