#NASharing: Menelisik Ever Banega Secara Psikologis

#NASharing: Menelisik Ever Banega Secara Psikologis

BAGIKAN

Setelah menjalani awal musim yang kurang mulus bersama Inter, Banega mulai menunjukkan bahwa ia belum habis. Bukan tanpa alasan, Banega menjadi andalan di Argentina dan bagian penting Sevilla merajai Europa League beberapa tahun terakhir. Perjalanan Banega semakin tak mudah, kala Inter mengganti pelatih saat musim berjalan. Namun, Banega yang memiliki kemampuan adaptasi dan tingkat survival yang tinggi, membuatnya tetap mampu mendapatkan tempat di Inter.

Sebelum laga melawan Lazio semalam, sebenarnya catatan Banega juga cukup apik. Banega membuat total sekitar 30 key passes, yang berbuah peluang atau gol dan mengemas 2 assists. Catatan key pass Banega adalah yang terbaik di Inter saat ini.
Permasalahan yang mengganggu performa Banega adalah posisi bermainnya yang kadang dipaksa bermain terlalu jauh dari kotak penalti lawan. Hal itu membuatnya tak bisa berbuat banyak.

Saat melawan Lazio, Banega diberikan peran bebas di belakang Icardi. Hasilnya, 1 gol ia cetak melalui tendangan spektakuler dari luar kotak penalti. Ia juga mencatatkan sebuah assist yang diselesaikan oleh Icardi. Cemerlangnya Banega, tentu membuat Pioli memiliki banyak alternatif untuk ide dan taktiknya.

Selanjutnya, saya akan membahas chemistry antara Banega-Pioli, Banega-Icardi dan kemampuan Banega sendiri, dari sudut pandang psikologi:

A. Banega-Pioli
Pioli adalah tipe pelatih yang memiliki banyak ide dalam strateginya. Banega yang bertipe Altruist Quotient, dengan kemampuan reflektif dan responsifnya, akan lebih cepat dalam memahami ide dan rencana Pioli.

Banega juga memiliki kemampuan untuk menjadi partner yang baik. Ia mampu menjadi kepanjangan tangan pelatih di dalam lapangan. Semakin merasa dipercaya, Banega akan semakin membuktikan perannya di lapangan.

Banega yang intermediaris, membuat ia cocok menjadi seorang pemain tengah. Ia memiliki naluri alami sebagai penyeimbang, perantara atau penengah dalam segala situasi. Hal ini akan semakin membuat Pioli membutuhkan Banega dalam strateginya.

B. Banega-Icardi
Sebelumnya, Icardi adalah pemain yang sangat mengandalkan intuisinya di depan gawang lawan. Intuisi Icardi telah membawanya menjadi top skor bagi Inter selama beberapa musim terakhir. Kemampuan Icardi ini, kadang sulit dipahami oleh rekan-rekan setimnya.

Tentu kita masih ingat, bagaimana duet Palacio-Icardi mampu membuat Icardi begitu tajam. Hal itu dikarenakan Palacio mampu menjadi partner yang memahami bagaimana intuisi Icardi bekerja. Nah, Banega juga memiliki kemampuan seperti Palacio. Banega memiliki indera ketujuh atau mata ketiga yang dapat membaca intuisi Icardi.

Contoh yang paling anyar adalah gol ketiga Inter, saat melawan Lazio, yang dicetak Icardi. Pergerakan Icardi di antara tumpukan pemain di kotak penalti Lazio, mampu dibaca oleh Banega. Chemistry seperti ini, selain hasil dari latihan, juga lahir dari kesepahaman antar-pemain.

C. Banega
Sudah lihat proses terjadinya gol Banega? Dalam keadaan terjepit, kemudian menguasai bola, lalu sepersekian detik membuat keputusan untuk menembakkan bola ke sudut kiri atas gawang Lazio. Itu adalah gambaran kemampuan reflektif dan responsifnya Banega. Naluri alami Banega membuat ia mampu membuat keputusan dalam keadaan yang tak menguntungkan sekalipun.

Kesimpulannya, Banega adalah paket lengkap seorang team player. Ia akan melakukan apapun untuk timnya. Semakin ia diberikan kesempatan, ia akan semakin memberikan kontribusi nyata. Nilai tambah untuk Banega adalah ia mampu membaca intuisi juru gedor utama Inter dan menerjemahkan ide Pioli dengan baik di lapangan.

Namun, jika Banega tidak diberikan fokus dalam tugasnya, ia tidak bisa tampil maksimal. Walaupun Banega adalah seorang team player, ia lebih fasih bermain di belakang striker utama. Jadi, Pioli harus jeli menempatkan Banega untuk memaksimalkan potensi terbaiknya.

Bravo, Banega!

Oleh: Rifqy Syafrial | @RifqySyafrial

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY