Untuk mengawali tulisan ini, izinkan saya terlebih dahulu mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah bagi seluruh Interisti yang merayakannya. Semoga berkah selalu tercurah dari Tuhan Yang Maha Esa bagi kita semua.

Bertepatan dengan momen Idul Adha kemarin, klub kebanggaan Interisti sekalian harus memeras keringat untuk melakoni laga ketiganya dalam lanjutan Serie A musim 2016/2017. Bertandang ke Pescara, Inter mesti bersusah payah untuk mencuri kemenangan tipis 1-2 atas tim promosi tersebut.

Di sepanjang laga yang dimainkan di stadion Adriatico itu, penampilan Inter masih jauh dari kata sempurna. Anak asuh Frank de Boer (FdB) belum sepenuhnya bisa mengimplementasikan ide yang dimiliki sang pelatih. Possession ball yang tinggi tak diikuti penciptaan peluang dan fase eksekusi yang memuaskan.

Sialnya, lini belakang Inter justru kerap terekspos oleh penetrasi Valerio Verre cs. yang mengandalkan serangan balik cepat. Kelemahan paling mencolok dan bisa Interisti semua amati adalah buruknya transisi permainan Inter, khususnya dari menyerang ke bertahan. Pada momen ini sektor pertahanan Inter seringkali gelagapan membendung serangan-serangan I Delfino. Samir Handanovic bahkan mesti jungkir balik berkali-kali guna mencegah bola bersarang di gawangnya.

Aksi-aksi heroik Handa sendiri akhirnya bobol setelah Jean-Christophe Bahebeck berhasil memanfaatkan kelengahan barisan belakang Inter. Kejadian ini sendiri merupakan cerminan dari buruknya transisi permainan yang saya maksud. Namun jangan buru-buru mengarahkan telunjuk pada individu tertentu sebab ini merupakan kesalahan kolektif.

Beruntung I Nerazzurri punya Mauro Icardi yang tampil sebagai protagonista kala timnya berada di situasi terjepit. Sang kapten sukses membuat doppietta sehingga tekanan besar yang singgah di kubu Inter akibat hasil-hasil negatif di dua partai perdana sedikit mereda. Tapi jangan senang dulu, karena sejatinya gol kedua yang dibukukan Icardi bukan berasal dari set play brilian.

Bila mengibaratkan FdB sebagai mekanik, maka mobil bermerek Inter ini masih perlu perbaikan disana-sini. Sayangnya sang meneer harus cepat-cepat membenahi problem yang masih dialami Inter karena tengah pekan ini, I Nerazzurri mesti mengalihkan fokusnya ke ajang Liga Europa.

Pada kompetisi antarklub kelas dua di benua biru musim 2016/2017, Inter bercokol di grup K bareng wakil Israel, Hapoel Be’er Sheva, Sparta Praha dari Republik Ceska dan utusan Inggris, Southampton.

Kubu I Nerazzurri sendiri telah mendaftarkan nama-nama pemain yang bakal terjun di Liga Europa. Sayangnya Gabriel Barbosa, Joao Mario, Stevan Jovetic dan Geoffrey Kondogbia urung masuk skuat akibat terhalang regulasi Financial Fair Play (FFP) gawean UEFA. Sehingga FdB pun harus memanfaatkan sisa skuat yang ada plus beberapa nama belia dari tim primavera.

Sudah jadi rahasia umum bila ajang yang disebut dengan Liga Malam Jumat oleh fans sepak bola di Indonesia ini bukanlah kompetisi yang enteng. Untuk merengkuh gelar juara, para peserta setidaknya mesti bermain sebanyak lima belas kali, mulai dari penyisihan grup sampai final. Bagi para pemain ini sangat-sangat menguras kondisi fisik mengingat laga di kompetisi domestik, liga dan cup competition, begitu padat.

Jika Inter memprioritaskan Liga Europa sebagai arena memburu trofi, maka ada persiapan ekstra yang mesti dibuat. Sebab hanya kesebelasan tangguh dan punya daya tahan eksepsional saja yang mampu memboyong trofi Liga Europa seberat 15 kilogram itu ke markasnya.

Namun sebelum berkhayal lebih jauh tentang keberhasilan Inter merengkuh trofi ini, ada baiknya jika Anda mengintip peta kekuatan para rival Inter di grup K terlebih dahulu.

HAPOEL BE’ER SHEVA

Bila dibanding kompatriotnya dari Israel seperti Maccabi Tel Aviv atau Maccabi Haifa, nama klub yang bermarkas di stadion Turner ini kalah populer. Namun jangan remehkan kekuatan tim yang menjuarai Liga Primer Israel musim 2015/2016 ini. Hapoel sendiri terperosok ke Liga Europa akibat kalah dari jawara Skotlandia, Glasgow Celtic, di babak playoff Liga Champions dengan agregat tipis 4-5.

Hapoel akan menjadi lawan Inter di laga pertama dan kelima penyisihan grup. Inter terlebih dulu akan menjamu Hapoel di Giuseppe Meazza pada 15 September nanti untuk kemudian melawat ke Israel pada 24 November.

Materi pemain yang dimiliki pelatih Barak Bakhar juga terbilang cukup oke, ada nama Elyaniv Barda, Lucio Maranhao, John Ogu dan mantan striker muda Chelsea, Ben Sahar. Kolaborasi keempatnya dalam strategi racikan Bakhar tentu bisa menimbulkan malapetaka jika dipandang dengan sebelah mata. Performa Hapoel di Liga Primer Israel sendiri tengah bagus karena duduk di puncak klasemen sementara.

Apalagi klub yang satu ini terkenal beringas ketika main di depan publiknya sendiri. Kala berlaga di babak kualifikasi Liga Champions, tak satupun dari tiga lawan Hapoel yang mampu pulang dari stadion Turner dengan membawa poin penuh.

SPARTA PRAHA

Koleksi 33 gelar juara liga yang dimiliki Sparta Praha menjadikan mereka sebagai klub tersukses di Republik Ceska. Terlebih mereka juga pernah menorehkan prestasi fenomenal di ajang antarklub Eropa saat keluar sebagai semifinalis Piala Champions musim 1991/1992 silam. Maka keberadaan Sparta di grup K bisa menghadirkan kengerian tersendiri.

Walau dalam beberapa musim ke belakang Sparta kerap dipecundangi Viktoria Plzen dalam memperebutkan titel juara liga, namun Sparta tetaplah Sparta. Tim tangguh yang sarat historis.

Inter dijadwalkan bertemu Sparta di laga kedua dan keenam fase penyisihan grup. Generali Arena jadi tempat pertemuan perdana di 29 September mendatang sebelum kemudian bertatap muka di Giuseppe Meazza pada 8 Desember.

Skuat tim berjuluk Zelezna Sparta ini juga semakin kokoh dengan mudiknya Tomas Rosicky dari Arsenal. Bersama Borek Dockal, Vaclav Kadlec dan top skorer Liga Republik Ceska lima kali, David Lafata, dirinya bisa menyulitkan Inter. Hal ini ditambah dengan kecerdasan Zdenek Scasny dibalik kemudi.

Di liga lokal yang telah berlangsung enam pekan, Sparta juga lagi panas-pananya dengan menempel pemuncak klasemen Fastav Zlin hanya dengan selisih dua biji angka.

SOUTHAMPTON

Nama klub dengan nickname Soton ini bisa jadi adalah tim yang paling familiar di telinga Interisti ketimbang dua pesaing yang lain. Wajar saja karena Soton berlaga di Liga Primer Inggris yang memang sangat populer di seluruh dunia. Hak tampil di Liga Europa musim ini didapat Soton pasca finis di peringkat enam klasemen akhir Liga Primer Inggris musim 2015/2016.

Klub yang berada di semenanjung selatan Inggris ini bakal dihadapi Inter di partai ketiga dan keempat penyisihan grup. I Nerazzurri bakal menjamu Soton pada 20 Oktober sebelum away ke stadion St. Mary’s pada 3 November.

Ketimbang dua rival lainnya, penampilan Soton di Liga Primer Inggris sejauh ini terbilang kurang memuaskan. Dari empat partai yang sudah dilakoni, Soton belum sekalipun meraih kemenangan usai beroleh masing-masing sepasang hasil seri dan kekalahan. Kedatangan pelatih anyar asal Prancis, Claude Puel, belum sepenuhnya mampu mensubstitusi kejeniusan Ronald Koeman yang menyeberang ke Everton.

Strategi yang dikembangkan ahli taktik berusia 55 tahun tersebut belum dapat diserap sepenuhnya oleh Fraser Forster dkk. Padahal klub juga telah menambah amunisi baru dengan mendatangkan Sofiane Boufal, Pierre-Emile Hojbjerg dan Nathan Redmond di bursa transfer kemarin. Akan tetapi ini juga tak bisa dijadikan rujukan bahwa Inter bakal sanggup menggulung Soton dengan mudah.

Dengan kualitas yang dimiliki Hapoel Be’er Sheva, Sparta Praha dan Southampton, maka cukup adil jika menyebut tak ada lawan ringan buat Inter kali ini. Inter dan ketiga klub tersebut memiliki level yang setara sehingga apapun bisa terjadi.

Maka berusaha semaksimal mungkin dengan skuat Inter yang telah didaftarkan adalah keharusan yang tak lagi bisa ditolerir, setidaknya hingga fase penyisihan grup karena skuat di babak knockout punya probabilitas untuk berubah. Bila Inter ingin kembali menancapkan taringnya di benua biru, tentu inilah saatnya meski hanya di kompetisi kelas dua.

Selamat berjuang!

#ForzaInter

#NonMollareMai

Oleh: @Windekind_Budi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here